TNI Tangkap 2 Pengendara Kendaraan Ilegal Asal Malaysia

jpnn.com, PONTIANAK - Anggota TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti Pos Segumun menangkap dua orang pengendara, beserta dua sepeda motor ilegal asal Malaysia.
Kedua orang berinisial D (36) dan U (40) itu ditangkap saat akan melintas dari Indonesia ke Malaysia melalui jalur tidak resmi di wilayah Dusun Segumun, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar).
"Pengungkapan ini pada saat personel kami di Pos Segumun mendapatkan informasi dari warga, yang menyatakan ada dua unit kendaraan sepeda motor Malaysia melewati Kampung Gunabanir dan mengarah ke simpang Kojub," kata Komandan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar Sabtu (17/7).
Letkol Inf Hendro mengatakan bahwa berdasarkan informasi itu, enam orang personel Pos Segumun dipimpin Danpos Letda (Inf) Ahmad Siswanto melakukan patroli di jalur tidak resmi tersebut. Personel pun mendapatkan dua unit sepeda motor asal Malaysia tersebut beserta dua orang pengendaranya.
“Pengendara kendaraan asal Malaysia saat diamankan tidak dapat menunjukkan surat menyuratnya, atau kendaraan itu ilegal," ujar Letkol Inf Hendro.
Berdasar keterangan D dan U, dua sepeda motor itu rencananya akan digunakan keduanya bekerja di Malaysia tanpa dokumen resmi.
Mereka akan masuk ke Malaysia melalui jalur tidak resmi di wilayah Dusun Segumun, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam.
“Saya telah memerintahkan kepada seluruh jajaran agar gencar melakukan patroli dan menindak tegas segala bentuk tindakan ilegal di wilayah perbatasan," kata Letkol Inf Hendro.
Anggota TNI dari Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti menangkap dua pengendara beserta dua sepeda motor ilegal asal Malaysia. Kedua pelaku berniat masuk ke Malaysia melalui jalur tak resmi.
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Buntut Dugaan Pembunuhan Jurnalis di Kalsel, Legislator Minta Evaluasi Pembinaan TNI