Toko Sepatu Olahraga di Adelaide Protes Perusahaan Sepatu Jepang

Xenophone mengatakan semua pebisnis Australia harus merasa prihatin mengenai kasus ini.
"Ini merupakan masalah besar karena apa yang terjadi pada Don dan Kay Shipway bisa menimpa pemilik usaha kecil lain di Australia,"
"Ini akan mempengaruhi setidaknya ribuan pemilik usaha kecil yang telah melakukan hal yang benar selama 30 tahun terakhir tapi kemudian tanpa alasan yang jelas produk mereka diambil begitu saja dan bisnis mereka harus tutup dalam waktu hitungan minggu hanya karena mereka tidak lagi memiliki produk untuk dijual,'
"Jadi ini pertanyaan apakan UU Persaingan Usaha kita sudah cukup tegas mengatur dan menyediakan rasa aman dalam kasus semacam ini, tapi juga masalahnya adalah fakta kalau mereka belum mendapat penjelasan resmi mengapa tidak lagi menerima pasokan sepatu dari perusahaan tersebut,"
Komisi Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen Australia (ACCC) tengah menyelidiki kasus ini, tapi menurut Senator Xenophone penyelidikan ini tampaknya akan memakan waktu dan bisnis toko sepatu milik Don dan Kay Shipway terpaksa tetap akan tutup.
Pemilik toko sepatu kecil di Adelaide menggugat produsen sepatu global asal Jepang pemegang merek ASICS lantaran perusahaan sepatu itu memutuskan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya