Tokoh Aborijin Kecewa Tony Abbott Ditunjuk Sebagai Utusan Khusus Urusan Pribumi
"Tony Abbott memiliki rekam jejak dalam hal mengesampingkan warga aborijin atas hak mereka dalam mendapatkan keadilan sosial, dan juga dalam hal menentukan nasib sendiri.
"Nyaris muncul perasaan bahwa kepala pelindung kami [dengan kecenderungan sikap seperti itu] akan kembali mengunjungi kami. Dan kami semua sangat kecewa dengan apa yang terjadi."
Kecewa utusan non-Aborijin
Ketua Dewan Tanah Aborigin New South Wales, Roy Ah See, yang juga berada di Dewan Penasihat Penduduk Pribumi untuk Perdana Menteri, mempertanyakan nilai dari peran dari utusan khusus masyarakat Aborjin.
"Ini adalah perkembangan mengejutkan, mengingat backbencher Tony Abbott telah berkomentar pekan ini bahwa portofolio urusan Pribumi membutuhkan otoritas perdana menteri agar seluruh masalahnya dapat diselesaikan," kata Ah See dalam sebuah pernyataan.
Photo: Roy Ah See mengatakan penunjukan Tony Abbot merupakan perkembangan yang mengejutkan. (Supplied: Referendum Council)
"Isu ini tidak perlu mengerahkan seluruh orang turun ke daerah Aborijin, tapi itu membutuhkan seseorang di puncak pemerintahan untuk menanganinya.
"Kami meminta suara kepada Parlemen agar Parlemen dapat mendengar langsung dari kami, dan sebagai gantinya kami mendapat utusan non-Aborigin untuk menafsirkan kebutuhan kami dan solusi yang dihasilkan."
Ketika menjabat sebagai perdana menteri, dia melakukan lawatan ke komunitas terpencil yang menuai sorotan dan memindahkan portofolio urusan masyarakat pribumi ke kantor Perdana Menteri dan Kabinet.
- Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan
- Dunia Hari Ini: Tanggapan Israel Soal Surat Perintah Penangkapan PM Netanyahu
- Dunia Hari Ini: Warga Thailand yang Dituduh Bunuh 14 Orang Dijatuhi Dihukum Mati
- Biaya Hidup di Australia Makin Mahal, Sejumlah Sekolah Berikan Sarapan Gratis
- Rencana Australia Membatasi Jumlah Pelajar Internasional Belum Tentu Terwujud di Tahun Depan
- Dunia Hari Ini: Konvoi Truk Bantuan Untuk Gaza Dijarah Kelompok Bersenjata