Tokoh Agama di Indonesia Serukan Pererat Persatuan di Masa Pemilu

jpnn.com, JAKARTA - Para pemuka atau tokoh agama yang ada di Indonesia menyerukan kepada seluruh elemen bangsa dan umat untuk mempererat persatuan dan kesatuan pada masa pemilihan umum (Pemilu).
“Kami menyampaikan ini Forum Peduli Indonesia Damai, tentunya mengharapkan Indonesia damai,” ujar Wakil Ketua MUI Marsudi Syuhud di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (6/12).
Tokoh agama yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai ini berkumpul di Gereja Katedral, Jakarta.
Para tokoh agama tersebut, yakni Marsudi Syuhud (mewakili Islam), M. Izzul Muslimin (Islam), Kardinal Ignatius Suharyo (Katolik), Gomar Gultom (Kristen Protestan), Wisnu Bawa Tenaya (Hindu), Philip K Wijaya (Buddha), Budi S Tanuwibowo (Buddha), dan Sri Eko Sriyanto Galgendu (Pimpinan spiritual nusantara).
Marsudi mengatakan forum tersebut dibentuk atas dasar keprihatinan terhadap kondisi kehidupan kebangsaan, merujuk pada fenomena politik nasional yang berpotensi destruktif serta untuk masa depan Indonesia.
Para tokoh agama dalam paparannya tersebut membacakan sembilan poin seruan yang disampaikan secara bergiliran.
Adapun isi seruannya, pertama, menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia serta mengedepankan dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi, kelompok/golongan, dan atau kepentingan partai politik.
Kedua, meneguhkan kembali konsensus kebangsaan Indonesia berbasis Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945, dalam seluruh aspek kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.
Para tokoh agama yang ada di Indonesia menyerukan kepada seluruh elemen bangsa dan umat untuk mempererat persatuan dan kesatuan pada masa Pemilu.
- Ahmad Rofiq Optimistis Partai Gema Bangsa Bisa Jadi Peserta Pemilu 2029
- Pesan Wagub Cik Ujang ke Masyarakat: Dukung Program Sumsel Maju Terus untuk Semua
- Sampaikan Laporan saat Rapur, Komisi II Punya 10 Catatan soal Evaluasi Pimpinan DKPP
- Peliknya Hukum Pidana Pemilu
- Pengamat: Pilkada Barito Utara Berjalan Baik, Sesuai Aturan yang Belaku
- Biaya Pemilu Mahal, Rahmat Saleh Dorong Sistem e-Voting di Pesta Demokrasi 2029