Tolak Bala setelah Imlek

Dipimpin Dao Zhang (Pendeta) Wu Mao Fu, yang merupakan dao zhang termuda se-Asia, ritual itu terbagi dalam 20 fase. Mulai membasuh kedua tangan dengan air bunga sebagai lambang menyucikan diri, hormat kepada dewa, hingga berjalan di atas jembatan buatan yang menandai kesiapan menyambut perjalanan panjang selama setahun ke depan.
Menurut Ketua Panitia Willy Tamim, sembahyang Tai Sui merupakan rutinitas yang dilakukan setelah Imlek. "Namun, sebisanya pelaksanaannya sebelum Cap Go Meh (15 hari setelah Tahun Baru Imlek, Red)," katanya.
Tahun ini sembahyang Tai Sui difokuskan pada mereka yang dipercaya mengalami kesialan. Yakni, orang dengan shio kuda, tikus, kelinci, dan ayam. "Kuda yang harus sangat waspada. Tapi, shio dan agama apa pun juga bisa bergabung dalam ibadah ini," kata Wu Mao Fu yang baru berusia 19 tahun.(nji/mas/dos)
SURABAYA - Melestarikan tradisi yang berlangsung ribuan tahun, bahkan sejak sebelum Masehi, umat Tao di Surabaya melaksanakan sembahyang Tai
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Data Resmi BKN Jumlah PPPK Paruh Waktu dari Seleksi Tahap 1, Lebih Banyak
- PN Jakbar Tunda Putusan Perkara Gugatan Lahan di Daan Mogot
- Polres Tarakan Diserang Oknum TNI, Kapolda dan Pangdam Langsung Angkat Bicara
- APJATI Antusias Sambut Pembukaan Penempatan PMI Sektor Domestik ke Timur Tengah
- Pemprov DKI Tak Akan Berikan Kompensasi untuk Warga yang Terdampak Bau RDF Rorotan
- Menhut Raja Antoni Memandikan Gajah di Tangkahan, Dukung Ekowisata di Taman Nasional