Tolak Impor Beras 1 Juta Ton, Politikus PAN Minta Bulog Segera Lakukan Penyerapan

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Slamet Aryadi menolak kebijakan impor beras.
Menurut Slamet, kebijakan itu yang telah melukai hati petani dan merusak kondisi harga di lapangan.
"Intinya saya menolak impor beras karena sangat merugikan petani. Apalagi mereka sedang menghadapi panen raya. Harusnya diserap," ujar Slamet, Selasa, (9/3).
Slamet mengatakan, kebijakan impor beras merupakan cerminan kerja keras petani yang selama ini tidak dihargai sama sekali.
Padahal, petani adalah tulang punggung atas berbagai proses jalanya pembangunan pertanian nasional.
"Saya kira yang harus dilakukan saat ini adalah membatalkan kebijakan impor dan mulai melakukan penyerapan hasil panen. Terutama peranan Bulog yang sangat dibutuhkan," tuturnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV lainya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Akmal Pasluddin juga meminta pemerintah agar membatalkan kebijakan impor beras 1 jura ton yang dialokasikan melalui Perum Bulog.
Menurut Andi, sebaiknya pemerintah membenahi setiap kebijakan agar tidak menyakiti para petani yang tengah berjuang meningkatkan produksi dalam negeri.
Menurutnya, kebijakan impor beras merupakan cerminan kerja keras petani yang selama ini tidak dihargai sama sekali.
- Bulog Terus Pantau Penyerapan Gabah & Beras Meski Libur Lebaran
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Meraup Untung dari Kemacetan Arus Mudik, Pedagang Kopi Keliling Berseliweran
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Hadapi Puncak Panen, Bulog Jatim Optimalisasi Sarana Pengeringan dan Pengolahan