Tolong Bantu Perantau yang Tak Mudik, Jangan Tanya Apa Suku dan Agamanya

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berharap penanganan kebijakan larangan mudik Ramadan dan Lebaran dilakukan dengan narasi positif.
Ganjar mengatakan penjagaan di jalan-jalan perbatasan mungkin menjadi cara yang bisa ditempuh untuk melaksanakan kebijakan larangan mudik itu.
Namun menurutnya, yang paling penting dilakukan adalah mengedukasi para calon pemudik dan menjamin keberlangsungan hidupnya selama mematuhi aturan itu.
"Sekarang narasinya harus diubah, jangan anggap pemudik itu penjahat. Jangan kita (setelah ada kebijakan larangan mudik) seperti ngejar-ngejar buronan. Yang harus dilakukan setelah Presiden melarang mudik itu adalah mengedukasi mereka, caranya adalah kasih insentif agar mereka aman," tuturnya.
Larangan mudik, lanjut Ganjar, membuat sebagian orang memandang negatif para perantau.
Padahal bagi Ganjar, mereka adalah pahlawan kemanusiaan karena telah mengorbankan dirinya untuk tidak mudik.
"Mereka adalah pahlawan bagi saya. Bagaimana tidak, rasa rindu dikubur dalam-dalam, rasa lapar ditahan dan rekosone diempet (sakitnya ditahan). Ini pengorbanan luar biasa, jadi jangan anggap mereka penjahat yang harus ditangkap," tegasnya.
Meskipun nantinya dilakukan penjagaan di check point tertentu, misalnya jalan nasional menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, jalan provinsi menjadi kewenangan provinsi hingga jalan kabupaten-kota dijaga pemda setempat, tetapi itu hanya salah satu cara kecil.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah daerah membantu para perantau yang tidak mudik tanpa dibeda-bedakan.
- Polda Jateng: Lonjakan Arus H+1 hingga H+3 Jadi Anomali Mudik Lebaran 2025
- Rest Area Penuh saat Arus Mudik Lebaran, Begini Cara Mengatasinya
- 8 Orang Meninggal Dunia Akibat Laka Lantas Selama Arus Mudik Lebaran di Aceh
- Contraflow dari KM 36 Hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek
- Volume Kendaraan Meningkat, Polisi Mulai Lakukan One Way di Tol Kalikangkung hingga Bawen
- One Way Nasional GT Cikatama – Kalikangkung sampai Jam Berapa?