Tomcat Merajalela di Kota Tasik
48 Orang Terkena Racun di Kawalu
Sabtu, 24 Maret 2012 – 09:20 WIB

Tomcat Merajalela di Kota Tasik
TASIK – Penemuan korban akibat racun Tomcat di Kota Tasikmalaya terus bertambah. Sebelumnya, kumbang beracun ini menyerang enam keluarga di Kelurahan Sukamulya, Bungursari. Kini, 48 warga di Kelurahan Gunung Tandala, Kawalu juga menjadi korban cairan racun yang membintikkan dan melepuhkan kulit ini. Dia dan kawan-kawannya sudah mengalaminya sejak satu bulan lalu. Namun, karena tidak mengetahui obatnya, dia dan rekan-rekannya hanya menggunakan bedak dan salep. Kini, kata dia, sebagian besar luka mereka sudah mengering dan hampir sembuh. “Awalnya panas kemudian menggelembung dan berisi cairan nanah. Panasnya kadang ada gatelnya juga,” katanya.
Sebanyak 48 karyawan di sebuah pabrik bordir di Kelurahan Tandala mengalami luka akibat serangan Tomcat. Semula mereka tak pernah menyangka bahwa mereka korban Tomcat. “Sudah ada sekitar satu bulan begini (terserang Tomcat),” kata Budi (30) salah seorang karyawan, saat ditemui di tempat kerjanya, Radar Tasikmalaya (Grup JPNN).
Baca Juga:
Menurutnya semua karyawan di tempatnya bekerja mengalami luka yang sama. Dia mengalami luka pada bagian tengkuk, tangan dan dada. Beberapa temannya bahkan mengalami luka yang lebih serius. Dampak terkena cairan Tomcat terlihat hampir disekujur badannya, mulai dari kelopak mata, tangan, dada, tengkuk hingga kaki.
Baca Juga:
TASIK – Penemuan korban akibat racun Tomcat di Kota Tasikmalaya terus bertambah. Sebelumnya, kumbang beracun ini menyerang enam keluarga di
BERITA TERKAIT
- Festival Budaya di Rumah Singgah Tuan Kadi, Harmoni Melayu & Seruan Peduli Lingkungan
- Pendaki Gunung Ranai Dievakuasi Setelah Terpeleset dan Mengalami Cedera Kaki
- Jasad Korban Banjir di Murung Raya Ditemukan Tersangkut di Dahan Pohon Sawit
- Banjir Rendam Sejumlah Rumah Warga di Kalianda Lampung Selatan, Tak Ada Korban Jiwa
- Kodam I/Bukit Barisan Bantu Warga yang Diduga Diintimidasi Ormas
- Farhan Bimbang Tindak Tegas Kusir Delman yang Getok Tarif Tak Wajar di Bandung