Top! Kepuasan Masyarakat Terhadap Polri Meningkat selama Pandemi

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) melakukan survei terhadap kinerja Polri pada tahun 2020.
Dari hasil survei ini, diketahui bahwa tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan Polri selama masa pademi berada pada angka 82,9 persen.
"Hasil penelitian kami menyebutkan, pelayanan Polri terus semakin baik. Kehadiran polisi pada mssa pandemi banyak dirasakan masyarakat," Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (20/12).
Edi menuturkan, survei yang mereka lakukan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Tim survei Lemkapi terdiri dari Awaludin Marwan, Andi Tri Haryono, dan Ujang Jaka Suryana.
Survei dilakukan pada 1 hingga 15 Desember 2020 dengan jumlah 750 responden menggunakan wawancara lewat telepon. Margin of error 4, 2 persen dan tingkat keoercayaan masyrakat sebesar 95 persen.
Edi yang juga mantan anggota kompolnas ini menambahkan, ada sejumlah alasan kenapa masyarakat puas atas pelayanan Polri.
Salah satunya karena kehadiran polisi dan TNi sangat dirasakan pada masa pandemi ketika masyarakat banyak mengalami kesulitan ekonomi dan keehilangan lapangan pekerjaan.
Polisi, lanjut Edi menerangkan banyak hadir sebagai penolong yang humanis. Selama 2020 ini Polri dan TNI banyak melakukan kegiatan bakti sosial dan kegiatan kemanusiaan sampai ke desa-desa.
Hasil survei Lemkapi menyebutkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan Polri meningkat selama masa pandemi.
- Iwakum Desak Kapolri Evaluasi Aparat Pascainsiden Penggeledahan Wartawan Peliput Demo
- Dirut ASABRI: Kesehatan & Keselamatan Para Pejuang Negeri Adalah Prioritas Utama Kami
- Jangan Percaya Oknum yang Janjikan Jalan Pintas Jadi Polisi, Sahroni: 100% Penipuan
- Solidaritas Masyarakat dan Keluarga Polri Mengalir untuk Korban Penembakan yang Dilakukan Oknum TNI
- Korlantas Polri Terapkan Contraflow di Tol Cipali untuk Atasi Kepadatan Arus Mudik
- Penembakan di Lokasi Judi Sabung Ayam Diduga Terencana, Sahabat Polisi: Pelaku Harus Dihukum Berat