Total Lockdown di Malaysia, Warga Pendatang Jadi Target

Menteri Sains di Malaysia, Khairy Jamaluddin mengumumkan jika Pemerintah akan mendirikan lima pusat vaksinasi besar lainnya di sekitar Kuala Lumpur dan beberapa lainnya di negara bagian sekitarnya.
Tetapi masih ada kekhawatiran atas keraguan vaksin di Malaysia, yang mayoritas Muslim, karena Sinovac bukan salah satu vaksin yang diakui dan digunakan Pemerintah Saudi bagi mereka yang hendak berhaji di tahun 2021.
Khairy mengatakan pihak berwenang Saudi akan diminta untuk memberikan "kelonggaran" bagi warga Malaysia yang divaksinasi dengan Sinovac.
Kelompok sayap kanan mengatakan kepada konstituen mereka, terutama komunitas Muslim, untuk tidak divaksinasi, apapun alasannya," kata Santiago, anggota parlemen oposisi.
Pekan lalu, otoritas kesehatan di negara bagian Kelantan yang konservatif melaporkan jika 10.000 orang tidak datang untuk divaksinasi, padahal mereka sudah membuat janji akan datang.
Dr Fifa, yang juga ahli soal akses obat-obatan, mengatakan peluncuran vaksin di Malaysia memiliki tantangan soal kurangnya pasokan seperti dialami di negara lain.
"Faktanya adalah negara-negara kaya telah menimbun vaksin, dengan kelebihan hingga 1,3 miliar dalam persediaan di negara-negara kaya."
"Selain itu, kapasitas manufaktur yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan global," katanya.
Warga pendatang di Malaysia bisa jadi sedang dijadikan kambing hitam karena penularan COVID-19 yang mencapai ribuan hari dan pemerintahnya dianggap gagal menangani
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang