Trading Surat Utang Lebih Transparan

Implementasi ETP akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, platform ETP baru bisa digunakan untuk transaksi ORI.
Selanjutnya, platform tersebut bisa dipakai untuk transaksi surat utang yang lain seperti sukuk maupun obligasi korporasi.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio berharap peluncuran ETP membuat varian jenis investasi semakin menarik bagi investor.
Apalagi, jika dilihat dari sisi imbal hasil, investasi di produk investasi berbasis surat utang berpotensi memberikan imbal hasil yang prospektif bagi investor.
”Setiap investor punya pilihan, fixed income kan juga buat pilihan selain saham. Orang itu biasanya suka kombinasi, sekian persen di saham, sekian persen di fix income. Yang penting kan fixed income itu transparan dan likuid,” kata Tito saat peluncuran ETP, Kamis (6/4).
Kementerian Keuangan sejauh ini telah menerbitkan 13 seri ORI. Rata-rata kupon ORI sekitar sembilan persen per tahun.
Dalam ETP ini, ada enam perusahaan efek dan lima bank umum yang mendukung perdagangan surat utang melalui ETP.
Perusahaan efek itu adalah BNI Sekuritas, Danpac Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Sucorinvest Central Gani, Trimegah Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas. Sedangkan bank umum yang merupakan anggota ETP, antara lain, Bank Mandiri, BCA, BNI, Bank Permata, dan Citi.
Transaksi surat utang negara ritel (Obligasi Ritel Indonesia/ORI) kini semakin terbuka berkat fasilitas electronic trading platform (ETP).
- CBD PIK2 Buyback Saham Rp 1 Triliun, Laba Melejit Hampir 60%
- Bank Mandiri Terbitkan Global Bond US$800 juta di Tengah Ketidakpastian Pasar
- Fore Coffee Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia, Cek Jadwalnya
- IHSG Anjlok, Anggota Komisi XI Minta Investor Tenang, Jangan Emosi Sesaat
- ETF XIPB, Inovasi Investasi Saham Perbankan di Pasar Modal
- Bank Mandiri Aktif dalam Perdagangan Karbon Internasional, Dukung Bebas Emisi 2060