Tradisi Pemakanan Keturunan Raja di TTS
Saling Dorong, Ada yang Bergelantung pada Kayu di Peti Jenazah
Tidak hanya saling dorong, namun sebagian dari mereka yang memikul peti jenazah, justru bergantung pada kayu yang diikatkan pada peti. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar masyarakat yang memikul pada bagian lain merasakan beban berat, sehingga mengulur-ngulur waktu tiba di tempat pemakaman.
Uniknya lagi, ketika masyarakat yang memikul peti jenazah ketika sudah kelihatan lelah, salah seorang dari mereka menyiramkan air ke arah masyarakat yang memikul peti. Tentunya bertujuan untuk menyegarkan mereka yang sedang memikul peti jenazah. Meski saling dorong, namun peti jenazah tidak jatuh walau beberapa kali peti terlihat miring akibat aksi dorong itu.
“Biasanya yang pikul itu hanya keluarga saja, tidak ada orang lain yang diijinkan untuk ikut pikul,” kata Kusa.
Karena proses pemakaman bupati ke-5 TTS itu dilakukan secara tradisi ala masyarakat TTS, sehingga keluarga, pejabat dan handai taulan yang ikut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terahir di Kelurahan Niki-Niki, Kecamatan Kie, terpaksa berjalan kaki mengikuti keluarga yang memikul peti jenazah almarhum. Jarak pemakaman keluarga yang dapat ditempuh dalam waktu 5-10 menit dari rumah duka, karena diarak melintas jalan umum sehingga hampir memakan waktu 1 jam untuk mencapai lokasi pemakaman.
Karena tradisi itu unik di mata masyarakat, sehingga masyarakat yang hadir pada saat itu tidak ingin melewatkan momen itu begitu saja. Sebagian besar nampak mengabadikan prosesi itu menggunakan ponsel genggam. Karena diarak melintas jalan raya, sehingga kendaraan yang dihentikan sebentar untuk memberikan jalan bagi para pengantar almarhum, juga nampak mengabadikan prosesi itu menggunakan HP milik mereka.
Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni yang bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman mengatakan sejumlah hal positif yang pernah dilakukan almarhum, agar ditiru oleh generasi muda TTS. Tentunya semuanya demi harapan, agar kedepan dapat menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lain.(boy/fri/jpnn)
Ada yang unik pada masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), ketika memakamkan seseorang yang meninggal dunia. Ada tradisi yang dilakukan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pemkab Kotim Tetap Menganggarkan Gaji Honorer di 2025, Ini Alasannya
- Seorang Anggota KPPS di Muara Enim Meninggal Dunia
- Cagub Sumsel Mawardi Yahya Nyoblos di TPS 08 Gandus Palembang
- Memastikan Pilkada Berjalan Lancar, Irjen Iqbal Tinjau TPS di Pekanbaru
- Kawal Pendistribusian Logistik Pilkada, Anggota Polres MBD Berjalan Kaki 3 Jam
- Gunung Semeru Erupsi 3 Kali, Tinggi Letusan hingga 1.000 Meter