Tragedi Bus Sriwijaya: Dari Jumlah Korban Hingga Proses Evakuasi

jpnn.com, PAGARALAM - Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Badan SAR Palembang, Benteng Telau mengatakan, proses pencarian korban kecelakaan bus Sriwijaya yang masuk jurang di liku Lematang Pagaralam, Sumatra Selatan terpaksa dihentikan sementara, Selasa (24/12) malam.
Hal tersebut karena kondisi alam yang tidak memungkinkan.
Sebelumnya, bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang diduga menabrak beton sebelum jatuh ke jurang, terjun ke sungai di Liku Lematang, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Senin (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB.
Benteng Telau mengatakan penghentian proses evakuasi pada pukul 19.00 WIB itu demi keselamatan tim karena lokasi kejadian di jurang dalam dengan aliran Sungai Lematang yang sangat deras arusnya.
Pencarian korban yang diduga masih ada 13 orang lagi belum ditemukan akan dilanjutkan Rabu (25/12) pagi, oleh Basarnas beserta BPBD, TNI, Polri dan masyarakat.
“Kami hentikan karena penglihatan tidak memungkinkan dan berbahaya jika dipaksakan,” kata dia.
Hingga pukul 20.00 WIB, tim evakuasi gabungan berhasil mengevakuasi 28 jenazah penumpang yang meninggal dunia. Sementara 13 orang selamat dan dirawat di RS Besemah Pagaralam.
Bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang diduga menabrak beton sebelum jatuh ke jurang di Liku Lematang, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumsel.
- Tiga Pemudik Luka-luka Ditabrak Bus Bintang Utara di Jalan Lintas di Rohil
- 6 Korban Tewas Kecelakaan Bus Umrah Bakal Dimakamkan di Saudi
- 4 Warga Semarang Meninggal dalam Kecelakaan Bus Jemaah Umrah
- Dunia Hari Ini: Kecelakaan Bus di Afrika Selatan, 12 Orang Tewas
- Dunia Hari Ini: Bus Terjun ke Jurang di Bolivia, 30 Orang Tewas
- Bus Wisata Masuk Jurang, 19 Penumpang Tewas, Sopir Selamat