Tragedi
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Namun, Sang Ibu memegang ujung kaki Achilles kecil di bagian tungkai ketika mencelupkan badan Achilles ke sungai kayangan.
Bagian yang tidak terendam air di tungkai Achilles itu tidak kebal senjata. Dan kelak dari tungkai itu Achilles mengalami kematiannya. The Achilles’s Heel, tungkai Achilles adalah kelemahan yang membawa kematian.
Setelah kemenangan atas Troya tiap orang memperoleh bagian masing-masing.
Salah satu jarahan yang diperoleh Achilles adalah seorang wanita cantik bernama Briseis yang akan menjadi budaknya. Achilles jatuh cinta kepada Briseis.
Namun, Raja Agamemnon yang mengetahui kecantikan Briseis merebutnya dari Achilles.
Achilles menjadi sangat marah oleh tindakan Agamemnon, sehingga ia tak mau lagi bertempur untuk pasukan Yunani. Ia hanya berdiam di tendanya. Tanpa bantuan Achilles, pasukan Yunani kalang kabut dan dipukul mundur.
Sahabat akrab Achilles, Patroklos, memperoleh ide. Ia memakai baju zirah Achilles dan pergi bertempur. Orang-orang mengira bahwa ia adalah Achilles.
Sayangnya, dalam pertempuran itu Patroklos dibunuh oleh Hektor, seorang pangeran anak raja Priamos. Orang-orang pun kemudian menyadari bahwa itu bukanlah Achilles.
Euro 2020 ini laksana palagan perang tanding pangeran-pangeran hebat dari Yunani dan Troya.
- Donald Trump Makin Berniat Mencaplok Greenland
- Presiden AS dan PM Inggris Bertemu Untuk Akhiri Perang Ukraina
- Pererat Kebersamaan, MS Glow Ajak Mitra Liburan ke Spanyol
- Nekat Bakar Al-Qur’an, Langsung Diburu dengan Sajam
- Ketua DPR RI dan Italia Sepakat untuk Tingkatkan Hubungan Diplomatik
- Italia Tutup Akses AI DeepSeek Buatan China, Takut Kebobolan?