Tragis, Ibu Gantung Diri Lantaran Tak Mampu Biayai Hidup Anaknya
Sementara, jenazah Oey dibawa ke RSUD.dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk divisum.
Kepada wartawan, Tanu mengatakan malam sebelum kejadian Oey tidak bisa tidur. Oey kemudian membangunkan Tanu dan mencoba bunuh diri.
“Semalaman dia nggak bisa tidur dan mencoba bunuh diri dengan mencoba gantung diri. Kemudian talinya saya ambil dan ibu saya langsung masuk dan mengunci kamarnya", ujarnya.
Menurut Tanu, Oey sering depresi setelah sang suami meninggal dunia. Ditambah lagi persoalan keuangan yang membelit keluarga tersebut.
Oey pernah bercerita ke Tanu bahwa usaha menjahit yang dijalaninya di Pringsewu tengah bermasalah. Oey juga mengkau kebingungan untuk mencari uang menyekolahkan Tanu.
"Ibu saya pernah cerita lagi ada masalah keuangan. Usahanya di Peringsewu dan juga dia tidak memiliki uang untuk biaya saya masuk SMA", ungkapnya.
Ahmad Yani (50) Ketua RT 024, mengatakan Oey dan Tanu memang jarang di rumah. Sebab Oey bekerja di Pringsewu.
"Saya juga baru tahu bahwa, tadi sekitar pukul 09.00 wib (kemarin,red) ada warga saya gantung diri,” ujarnya.
Warga Lampung cukup dikejutkan dengan kejadian dua aksi bunuh diri dalam satu hari, Sabtu kemarin.
- Mahasiswa ITB Diduga Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 27 Apartemen
- Sedih Kehilangan Anak, Tamara Tyasmara Nyaris Loncat dari Lantai Dua
- Mirza-Jihan Ungkap Tiga Prioritas Bila Menang Pilkada Lampung
- Innovesia dan Komunitas Gemilang Lampung Sepakat Dorong Inovasi Pemuda
- Polda Jateng Segera Ungkap Kasus Kematian dr Aulia Risma PPDS Undip, Siap-Siap
- Pengamat Puji Gagasan Visioner Arinal untuk Wujudkan Kedaulatan Pangan di Provinsi Lampung