Transformasi Bisnis Lambungkan Kinerja Hutama Karya

jpnn.com, JAKARTA - PT Hutama Karya (HK) telah bertransformasi dari perusahaan konstruksi menjadi pengembang infrastruktur dan operator jalan tol.
Transformasi bisnis tersebut berhasil melambungkan kinerja keuangan perusahaan.
Transformasi bisnis HK dimulai sejak 2016. Sebelumnya, pada 2014-2015, HK mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Penugasan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 yang kemudian diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015.
Pada 2016, pendapatan HK sebesar Rp 8,82 triliun, sedangkan pada 2018 meningkat 200 persen menjadi Rp 26,54 triliun.
Tahun ini, pendapatan perseroan diproyeksi mencapai Rp 34,32 triliun atau naik 29,3 persen dibandingkan 2018.
Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) pada 2016 sebesar Rp 730 miliar, sedangkan 2018 mencapai Rp 3,26 triliun atau meningkat 346,5 persen.
Tahun ini, EBITDA diproyeksi mencapai Rp 5,27 triliun atau naik 61,6 persen dibandingkan 2018.
Perseroan juga berhasil mencetak peningkatan laba bersih secara signifikan. Pada 2016, laba bersih perseroan sebesar Rp 300 miliar.
Pada 2016, pendapatan Hutama Karya sebesar Rp 8,82 triliun, sedangkan pada 2018 meningkat 200 persen menjadi Rp 26,54 triliun.
- 5 Ruas Tol Trans Sumatera Ini Gratis saat Arus Balik Lebaran
- Menikmati Keindahan Sumatra Saat Lebaran, Hutama Karya Tawarkan Wisata Alam di Sekitar Tol Trans-Sumatra
- Selama Arus Mudik, Hutama Karya Batasi Operasional Angkutan Barang di Tol Trans Sumatera
- Gubernur Herman Deru Minta Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas
- Tol Musi Landas-Pulau Rimau Dibuka, Mudik Lebaran 2025 Bakal Lancar
- Hutama Karya Beri Diskon 20 Persen Untuk Tarif Tol Trans Sumatera, Cek di Sini