Transformasi Digital sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi di Era Perang Dagang Global

Penulis: Yayang Ruzaldy, Direktur Eksekutif Indonesia Digital & Cyber Intitute (IDCI)

Transformasi Digital sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi di Era Perang Dagang Global
Dunia sedang mengalami pergeseran geopolitik dan ekonomi yang luar biasa. Foto: source for jpnn

2. Pemberdayaan UMKM melalui Ekosistem Digital

Transformasi digital memungkinkan UMKM untuk keluar dari keterbatasan pasar lokal dan menembus pasar global melalui e-commerce, pemasaran berbasis AI, dan pembayaran digital. Laporan Google-Temasek-Bain 2023 memperkirakan bahwa ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD 146 miliar pada 2025. Dalam ekosistem ini, fintech dan pinjaman blockchain memfasilitasi akses keuangan untuk usaha kecil, yang secara struktural memperkuat daya saing mereka.

3. Pengembangan Infrastruktur dan Regulasi Pendukung

Digitalisasi nasional tidak akan berhasil tanpa infrastruktur yang solid. Indonesia harus mempercepat pembangunan jaringan serat optik, pusat data nasional, dan sistem cloud yang berdaulat. Laporan Bank Dunia 2023 mencatat bahwa logistik digital dan regulasi yang cerdas dapat meningkatkan efisiensi perdagangan lintas batas sebesar 20 persen. Di saat yang sama, negara harus memastikan kedaulatan data dan keamanan siber untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku bisnis.

Analisis Strategis: Data, Daya Saing, dan Daya Tahan

Analisis Kuantitatif

Transformasi digital memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) mencatat bahwa digitalisasi dapat menyumbang tambahan 0,75 persen dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital di berbagai sektor dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing perekonomian nasional. Peningkatan ini berasal dari berbagai faktor, seperti digitalisasi industri, adopsi teknologi canggih dalam rantai pasok, dan penguatan ekosistem bisnis berbasis teknologi.

Selain itu, Bank Dunia memperkirakan sektor digital dan turunannya memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru. Menurut laporan terbaru, transformasi digital dapat menciptakan sekitar 27 juta lapangan kerja baru di Indonesia pada 2030. Peningkatan ini akan terjadi seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengandalkan teknologi digital, baik dalam proses produksi, pemasaran, maupun distribusi. Hal ini mencerminkan betapa pentingnya digitalisasi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Dunia sedang mengalami pergeseran geopolitik dan ekonomi yang luar biasa. Transformasi digital harus menjadi pilar utama dalam strategi ketahanan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News