Transformasi GNRM jadi Program Penguatan Karakter & Jati Diri Bangsa

"Maka tidak ada kata lain, mental diri sebagai anak bangsa yang walau berbeda tapi tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan RI (NKRI) harus kembali diperkuat, bahkan sejak dini," serunya.
Melihat tantangan yang ada, transformasi GNRM menjadi program Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa menjadi langkah strategis yang sejalan dengan visi Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024-2029.
Program ini mengintegrasikan delapan pilar utama: Pancasila, Bahasa Indonesia, Sistem Pendidikan Nasional Berkarakter, Kearifan Lokal, Sejarah Bangsa, Wawasan Kebangsaan, Sistem Sosial Budaya, dan Pembangunan Ekonomi Berkeadilan.
Penguatan karakter dan jati diri bangsa adalah investasi jangka panjang untuk memastikan Indonesia tetap kokoh di tengah arus globalisasi.
Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, memperkuat kesenian dan bahasa, serta menjalankan transformasi GNRM, Indonesia dapat mencetak SDM unggul yang tidak hanya kompeten secara global tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
“Seni dan budaya adalah benteng terdekat untuk menjaga jati diri bangsa dari pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kita,” kata Rizal.(chi/jpnn)
GNRM dinilai menunjukkan hasil khususnya melalui lima gerakan utamanya yaitu Indonesia Melayani, Bersih, Tertib, Bersatu, dan Mandiri.
Redaktur & Reporter : Yessy Artada
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Telkomsel Siap Berburu Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz
- Ini Respons Komdigi soal Teror Kepala Babi untuk Jurnalis Tempo
- Dugaan Korupsi di Komdigi, Kejari Geledah Sejumlah Lokasi
- Menteri Meutya Angkat Bicara soal Status Penugasan Letkol Teddy Sebagai Seskab, Oh
- Komdigi Luncurkan Pedoman Jurnalisme Berkualitas, Solusi Maraknya Disrupsi Informasi