Tren Electric Vehicle Merembet ke Segmen Kendaraan Niaga

Kendaraan yang ditampilkan dengan warna serbabiru tersebut mampu membawa sekitar sebelas ton.
Angka itu hanya berselisih sekitar dua ton daripada truk diesel pada kelas yang sama.
Namun, Daimler mengklaim torsi dan akselerasi motor listrik yang unggul memungkinkan truk membawa beban lebih ringan.
Llistosella pun mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dipikirkan untuk merealisasikan kendaraan komersial berbasis listrik.
Produk-produk impian tersebut baru mulai diproduksi 4–5 tahun ke depan.
”Sebab, mengembangkan truk elektrik jauh lebih sulit dibandingkan mobil elektrik. Penggunaan truk untuk jarak jauh. Sementara itu, motor yang dikembangkan sejauh ini masih untuk jarak pendek-menengah,” ucapnya.
Selain Fuso, produsen yang berkecimpung di kendaraan komersial ialah Isuzu.
Konsepnya kendaraan komersial berbasis listrik. Proyek tersebut diberi nama Isuzu FD-SI.
Tren electric vehicle (EV) tidak hanya dieksplorasi pada kendaraan penumpang. Teknologi tersebut juga merebak ke semua segmen.
- Mitsubishi Fuso Beber Strategi untuk Bisa Rajai Pasar Kendaraan Niaga 2025
- Saham Tesla Anjlok, Penjualan Mobil Listrik Juga Melambat
- Isuzu Kembali Gelar Mudik Gratis 2025, Kuota Lebih Banyak, Begini Cara Daftarnya
- Nissan Resmi Umumkan Setop Produksi GT-R R35
- Isuzu D-Max Steel Edition, Truk Pikap Premium Hanya 250 Unit di Dunia
- MRI 1,5 Tesla, Teknologi Pencitraan Medis yang Mampu Deteksi Masalah Kesehatan Kompleks