Tri Dianto, Loyalis Anas Urbaningrum Itu...

“Saya tidak mau seperti habis manis sepah dibuang. Dulu saat Anas sedang jaya seperti gula, banyak semut yang mengerubuti. Setelah Anas tidak lagi menjadi ketua partai dan menjadi tumbal Partai Demokrat, banyak yang diam-diam pergi, malu-malu kemudian pergi dan ada juga yang sopan pamitan karena takut dipecat dari partai,” tegasnya.
Di saat itulah dia tidak ingin persahabatnnya yang telah diawali dengan manis dengan Anas Urbaningrum yang telah menjadi guru politiknya, berakhir. Karena itu Tri Dianto memilih tetap membela Anas dan berhenti dari Partai Demokrat.
Tri mengaku bahwa dirinya gabung ke PPI karena memang ingin mempertahankan persahabatannya dan ungkapan terima kasih kepada orang yang telah banyak mengajari bagaimana berpolitik gentleman, bukan politik sengkuni.
“Saya baru tahu apa itu politik sengkuni setelah banyak belajar dari Mas Anas, sehingga sekarang saya tahu siapa yang sedang melakonkannya,” bebernya.
“Saya tetap yakin keadilan yang benar dan adil akan terjadi. Dan harapan saya Mas Anas akan mendapatkannya itu kelak,” ucapnya lagi. (*/sam/jpnn)
MASIH ingat Tri Dianto? Ya, politikus muda yang dikenal sebagai loyalis Anas Urbaningrum itu sudah lama tak ada kabar kiprahnya. DARYANTO,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara