Trubus Merespons Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Lawan Pandemi Covid-19, Simak

“Kita dukung karena itu vaksinasi harus cepat karena kondisinya di daerah-daerah baru maksimal 35 persen perlu mencapai herd immuntynya. Kita khawatir ada gelombang ketiga, jadi kekhawatiran gelombang ketiga ini harus hadapi dengan percepatan vaksinasi,” ungkap Trubus.
Bagi Trubus, yang terpenting saat ini ialah percepatan vaksinasi dikejar secepat mungkin, kalaupun ada perusahaan swasta membantu harus didukung.
“Jadi, kalau ada perusahaan-perusahaan atau pelaku-pelaku usaha yang membantu percepatan vaksniasi ya kita support,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menyatakan bantuan dari kalangan pengusaha akan meringankan beban pemerintah untuk menangani dampak dari pandemi COVID-19.
Mengingat belanja negara sejak tahun lalu cukup membengkak, sedangkan penerimaan pajak masih cukup tertekan sehingga defisit anggaran berisiko melebar.
"Boleh saja swasta ikut berperan, asalkan jangan mengganggu program pemerintah," ujar Masdalina, Selasa (02/11/2021).
Masdalina menuturkan, hal terpenting yang perlu dilakukan saat ini adalah mempercepat penanganan pandemi COVID-19, dan tidak mempersoalkan berbagai substansi yang justru kontraproduktif.
"Terlepas siapa pihak yang terlibat, ini memang mendesak untuk mengakhiri wabah virus Corona," bebernya.
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai kolaborasi pemerintah dan swasta yang bahu-membahu dalam rangka melawan pandemi Covid-19 merupakan langkah taktis-strategis.
- Pemerintah Siapkan Retret Gelombang Kedua untuk Kepala Daerah
- Fenomena Pendatang Saat Mudik, Wagub Jabar: Jangan Membebani Pemerintah!
- Revisi UU TNI Dinilai Hidupkan Dwifungsi, Koalisi Masyarakat Sipil Desak DPR Lakukan Ini
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah
- Setelah Ikut Retret, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Siap Sinergikan Program Pusat dan Daerah
- Wamen Todotua Pasaribu Dorong Investasi Energi Terbarukan di Indonesia