Trump Berkicau soal Dampak Lockdown Corona, Kali Ini Lumayan Rasional

jpnn.com, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak penanggulangan wabah virus corona terhadap ekonomi negara adidaya tersebut. Menurutnya, karantina massal alias lockdown yang kini diterapkan dapat berujung pada hancurnya ekonomi.
"Kita tidak boleh membiarkan solusinya lebih merusak ketimbang permasalahan itu sendiri. Di akhir periode 15 hari, kami akan membuat keputusan tentang arah yang akan diambil ke depan," tulis Trump di Twitter, Senin (23/3).
Periode 15 hari yang dimaksudnya dimulai Senin (16/3) pekan lalu. Ketika itu pemerintah federal mengeluarkan sejumlah rekomendasi seperti social distancing dan langkah-langkah pencegahan virus corona lainnya.
Sejumlah pakar kesehatan dan kepala daerah telah mengatakan bahwa pembatasan ketat yang kini berlaku harus tetap dilanjutkan, meski dampaknya sangat serius terhadap ekonomi.
Meski begitu Trump tampaknya menginginkan adanya strategi baru. Hal itu terlihat dari sejumlah cuitan yang dia retweet kemarin.
"15 hari. Setelah itu isolasi kelompok masyarakat berisiko tinggi sedangkan yang lainnya kembali bekerja seperti biasa!!" tulis salah satu pendukung yang cuitannya diunggah ulang oleh Trump. (AFP/dil/jpnn)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak lockdown wabah virus corona terhadap ekonomi negara adidaya tersebut
Redaktur & Reporter : Adil
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Renovasi Rumah
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global