Trump Bersih-Bersih Pejabat Kritis, Eropa Pusing

jpnn.com, WASHINGTON - Bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rex Tillerson adalah orang yang menyenangkan. Namun, mereka tak selalu seiring sejalan.
Padahal, untuk merealisasikan dialog penting dengan Korea Utara (Korut) Mei mendatang, dia membutuhkan tim yang solid.
Itulah alasan Trump menendang Tillerson dari kursi menteri luar negeri.
’’Salah satu tugas terpenting menteri luar negeri adalah menjelaskan segala kebijakan dan prioritas presiden kepada dunia luas,’’ kata senator Lindsey Graham dalam jumpa pers pasca pemecatan Tillerson, Rabu (14/3).
Dan, definisi itu memang tidak cocok disematkan kepada Tillerson. Selama sekitar 14 bulan menjadi Menlu, mantan bos ExxonMobil itu lebih sering berselisih paham dengan Trump yang notabene adalah bosnya.
Di sisi lain, Tillerson bukanlah menteri yang senang berjumpa media. Dalam jumpa pers, dia cenderung pelit berkomentar. Menurut Graham, sikap tersebut membuat citra pemerintahan Trump tidak baik.
Maka, menggantikan Tillerson dengan orang lain yang lebih tepat adalah solusi terbaik. Selasa lalu Trump mengumumkan keputusan tersebut dan membuat Tillerson terkejut karena tidak dikabari sebelumnya.
Kendati demikian, Tillerson mengiyakan saja keputusan sang presiden. Dalam jumpa pers pertamanya setelah dipecat dari kabinet Trump, politikus sekaligus pebisnis itu memperingatkan publik soal Rusia.
Donald Trump berusaha menyolidkan pemerintahannya dengan menendang pejabat kritis. Namun, pikiran sebaliknya muncul di negara-negara sekutu AS di Eropa.
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Prabowo Kirim Tim Lobi ke AS untuk Negosiasi Tarif Impor Donald Trump
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam