Tuan Rondahaim Berjuang Memerdekakan Bangsa
Oleh: Prof. Dr. Budi Agustono - Guru Besar Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara (USU)
![Tuan Rondahaim Berjuang Memerdekakan Bangsa](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/normal/2024/09/01/guru-besar-sejarah-fakultas-ilmu-budaya-universitas-sumatera-0qpr.jpg)
Tidak saja ke Gayo, Tuan Rondahaim juga berguru teknik berperang dengan panglima perang Aceh.
Pilihan ke Aceh karena kerajaan ini memiliki kekuatan militer yang kuat dan namanya menjulang tinggi di masa kejayaannya. Perjalanannya ke Aceh makin membuka pandangan Tuan Rondahaim di luar wilayah kelahirannya, Raya.
Ia menyerap pengetahuan, meluaskan aliansi dengan kerajaan lain di luar wilayahnya dan semakin mengenal wilayah luar Simalungn yang nantinya menjadi modal sosial dan politik dalam memerintah sebagai Raja di Raya.
Sewaktu kekuasaan Belanda dan kapitalisme kolonial (industri perkebunan) yang dengan cepat berkembang mulai pertengahan abad kesembilan belas sampai seperempat abad ke dua puluh pengaruh sosial dan politiknya menembus Simalungun dan Raya, wilayah kekuasaan Tuan Rondahaim.
Menyaksikan kencangnya mesin kekuasaan kolonial mengeksploitasi tanah-tanah subur di Simalungun, mengeruk sumber daya alam wilayahnya untuk dibawa ke pusat perdagangan internasional, Tuan Rondahaim tidak bersekutu dengan kekuasaan kolonial mencari keuntungan ekonomi dan politik, tetapi sebaliknya mengumandangkan perlawanan mengusir kekuasaan kolonial.
Tuan Rondahaim dibujuk agar bergabung dengan kekuasaan kolonial dan menjadi bagian dalam pengerukan ekonomi wilayahnya serta menjaga kestabilan politik kolonial, tetapi semua tawaran tersebut ditolaknya.
Tuan Rondahaim tetap melawan dan mengangkat senjata melawan kekuasaan colonial Belanda.
Dalam rangkaian perlawanannya, Tuan Rondahaim dibantu panglima perang dari luar Raya sehingga dapat memaksimalkan mengonsolidasi perjuangannya.
Dalam memerangi kekuasaan kolonial, Tuan Rondahaim tidak pernah tunduk dan takluk terhadap kekuasaan asing (kolonial).
- Gelar Seminar Nasional, Yayasan Merah Putih Peduli Usulkan Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional
- Ribka Tjiptaning Kritisi Efisiensi Anggaran DKI: Hak Keluarga Pahlawan Tergerus
- Mensos Gus Ipul Nilai Kakek Prabowo Sangat Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
- Menjelang Peringatan Hari Dharma Samudera, KSAL Pimpin Ziarah di TMP Kalibata
- Prabowo Singgung Usulan Gus Dur jadi Pahlawan Nasional, Begini Reaksi Yenny Wahid
- Prabowo Singgung Usulan Gus Dur Jadi Pahlawan, Yenny Wahid: Kami Menghargai