Tuding Ada Gerakan Gagalkan Pemilu 2014

jpnn.com - JAKARTA - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) mensinyalir gerakan-gerakan politik yang ingin menggagalkan pemilu 2014 masih banyak terdapat di Indonesia.
Bahkan Ketua Umum Iluni UI, Chandra Montik, menduga gerakan-gerakan tersebut dilakukan secara terang-terangan dan terorganisir.
"Gerakan-gerakan politik itu menginginkan gagalnya pelaksanaan pemilu, ketidaknetralan pemilu, baik pemilu legislatif maupun presiden. Siapa pun yang akan berusaha membuat pemilu 2014 tidak netral akan berhadapan dengan masyarakat" ujar Chandra Motik di gedung KPU, Jakarta, Selasa (25/2).
Sayangnya Chandra tidak menunjuk siapa oknum-oknum yang disebut menginginkan pelaksanaan pemilu 2014 gagal dilaksanakan.
Ia hanya menyatakan pengurus Iluni UI, mewakili segenap alumni UI dari berbagai jurusan, pilihan profesi, pekerjaan dan domisili, menyatakan dukungan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Kami mendukung KPU untuk menyelenggarakan pemilu yang bersih, jujur, adil, bebas, rahasia dan memenuhi semua kaidah pemilu yang baik di dunia, serta hasilnya diakui oleh semua partai politik peserta pemilu serta pengamat pemilu dari dalam dan luar negeri," ujarnya.
Untuk itu Iluni UI menurut Chandra, mengusulkan KPU melibatkan semua anggota masyarakat menjadi saksi perhitungan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS) pada penyelenggaraan pemilu nantinya.
"Hasil perhitungan suara di semua TPS bisa difoto (dengan telepon genggam) sebagai arsip dan pegangan masyarakat dan bukti otentik jika dibutuhkan," katanya.
JAKARTA - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) mensinyalir gerakan-gerakan politik yang ingin menggagalkan pemilu 2014 masih banyak terdapat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini