Tugas Ketum Golkar Bukan Menempel Penguasa
Minggu, 30 Agustus 2009 – 14:18 WIB

Tugas Ketum Golkar Bukan Menempel Penguasa
JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkat di Riau, 4-7 Oktober mendatang bakal menjadi momentum strategis bagi Golkar. Meski demikian, siapapun yang bakal terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Golkar dalam Munas tersebut diingatkan bahwa tugasnya bukan membawa Golkar menempel pada penguasa. Meski perlu regenerasi, Namun Ferry juga mengakui bahwa persoalannya bukan berarti pengurus senior harus menyerahkan kepengurusan Golkar kepada tokoh-tokoh muda. Maksud Ferry, siapapun boleh memimpin partai asalkan punya kemampuan. "Yang terpenting adalah siapapun Ketua Umumnya mutlak melakukan regenerasi kepemimpinan dengan merekrut 70 persen dari generasi muda usia di bawah 50 tahun dalam kepengurusannya karena komposisi inilah yang bisa membawa kembalinya dukungan masyarakat sebanyak-banyaknya di Pemilu 2014,” cetusnya.
Sebaliknya, tugas besar Ketua Umum Golkar mendatang adalah mengembalikan Golkar sebagai partai besar dan membawa Golkar sebagai partai bangssa yang bukan sekedar menempel pada penguasa. Pendapat itu disampaikan tokoh muda sekaligus kandidat Ketua umum Golkar, Ferry Mursydan Baldan. “Kalau tidak ingin Golkar menjadi partai kenangan, ketua umum Golkar nanti harus bisa membawa manfaat partai bagi bangsa dan bukan hanya sekedar ingin melekat pada kekuasaan,” ujar Ferry kepada wartawan di Jakarta, Minggu (30/8).
Baca Juga:
Menurut Ferry, setelah kekalahan Golkar di Pemilu 2009 lalu, partai berlambang pohon beringin ini memerlukan regenerasi kepemimpinan. "Ini untuk menyelamatkan partai dan kembali memenangkan Pemilu 2014. Makanya, kandidat yang maju haruslah menjadikan Munas 2009 ini sebagai momentum kesadaran untuk memenangkan Pemilu 2014," tandasnya.
Baca Juga:
JAKARTA - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkat di Riau, 4-7 Oktober mendatang bakal menjadi momentum strategis bagi Golkar. Meski demikian,
BERITA TERKAIT
- Ramadan Tiba, Pemerintah Harus Siaga
- LPP SURAK Siap Mengawal Keputusan MK Terkait PSU di 24 Daerah
- Ahmadi Nur Supit Isyaratkan Regenerasi di SOKSI
- Banyak Gugatan Hasil Pilkada 2024, Legislator PDIP Kritik Kerja KPU
- Dana Otsus Kena Pemotongan, Senator Filep Wamafma Sampaikan 4 Poin Pandangannya
- Ketua KPU Ungkap Kebutuhan Anggaran RP 486 Miliar Buat PSU Pilkada