Tuntut Kenaikan Gaji, Demo Buruh Lumpuhkan Kota Melbourne

"Mereka menginginkan tidak adanya aturan, tidak adanya pengatur dan tidak adanya pengawasan terhadap mereka," katanya.
"ACTU menginginkan kembalinya hari gelap militansi Serikat Buruh," ujar Menteri O'Dwyer.
"Mereka menginginkan perpecahan dan gangguan di tempat kerja, menginginkan kemampuan melanggar UU industri yang tidak mereka sukai," tambahnya.
Asosiasi pengusaha Australian Industry Group mengatakan aksi demo ini mengganggu bisnis dan menyerukan semua parpol menolak "kampanye ACTU yang mementingkan diri sendiri".
"Unjukrasa ini bertujuan meyakinkan Partai Buruh agar berkomitmen melakukan perubahan besar terhadap Undang-Undang Fair Work jika mereka menang Pemilu, agar memberikan kewenangan lebih besar kepada Serikat Buruh," ujar CEO Innes Willox.
"Para pemuka Serikat Buruh menganggap tak ada masalah melanggar hukum yang tak mereka sukai," katanya.
"Mengingat sikap seperti ini, sangatlah berbahaya memberikan kewenangan lebih besar bidang ekonomi kepada serikat buruh," tambahnya.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana