Turki Serbu Suriah, Iran Tidak Tinggal Diam

jpnn.com, TEHRAN - Agresi militer Turki di utara Suriah membuat Iran terusik. Tehran pun meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar segera menarik pasukan dari wilayah Suriah.
Dalam pernyataan yang dimuat di laman resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kekhawatiran atas situasi kemanusiaan serta bahaya yang ditimbulkan serangan Turki terhadap para warga sipil di wilayah tersebut.
"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menekankan agar serangan segera dihentikan dan militer Turki keluar dari wilayah Suriah," demikian bunyi pernyataan itu, Kamis (10/10).
Seperti diberitakan, Turki telah mengerahkan armada darat dan udaranya ke wilayah utara Suriah. Pertempuran pun telah pecah di sejumlah titik antara pasukan Turki dengan milisi Kurdi, YPG, yang selama ini menguasai wilayah tersebut.
Ankara beralasan mengerahkan militer demi menciptakan zona aman untuk menampung pengungsi konflik Suriah. Namun, banyak pihak meyakini Turki hanya ingin menghabisi kelompok Kurdi di wilayah tersebut. (ant/dil/jpnn)
Agresi militer Turki di utara Suriah membuat Iran terusik. Tehran pun meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar segera menarik pasukan dari wilayah Suriah.
Redaktur & Reporter : Adil
- Dunia Hari Ini: Wali Kota Istanbul Ditangkap Sebelum Maju Jadi Capres
- HNW Dukung Usulan Erdogan Soal Hak Veto di DK PBB untuk Negara Mayoritas Muslim
- Belajar dari Iran, Timnas U-20 Indonesia Harus Antisipasi Bola Atas Uzbekistan
- Apa Rencana Indra Sjafri Setelah Timnas U-20 Indonesia Dicukur Iran?
- Piala Asia U-20: Timnas U-20 Indonesia Kalah 0-3 dari Iran
- Timnas U-20 Indonesia vs Iran: Keyakinan Indra Sjafri Meninggi