Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid, Begini Reaksi Amerika

jpnn.com, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/7) mengungkapkan kekecewaan atas keputusan pemerintah Turki mengubah museum ikonik Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.
"Kami kecewa dengan keputusan pemerintah Turki mengubah status Hagia Sophia," ungkap Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan.
"Kami memahami bahwa Pemerintah Turki tetap berkomitmen menjaga akses ke Hagia Sophia bagi semua pengunjung, dan menantikan rencana-rencana Turki untuk pengelolaan berkelanjutan Hagia Sophia demi memastikan tempat itu tetap dapat diakses oleh semua orang tanpa hambatan," imbuhnya.
Pada hari yang sama, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Hagia Sophia akan dibuka untuk ibadah umat Muslim.
Hagia Sophia, yang telah berusia 1.500 tahun, yang awalnya berfungsi sebagai katedral dan kemudian menjadi masjid kekaisaran Ottoman, diubah menjadi museum pada 1935. (Xinhua/ant/dil/jpnn)
Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/7) mengungkapkan kekecewaan atas keputusan pemerintah Turki mengubah museum ikonik Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid
Redaktur & Reporter : Adil
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Donald Trump Makin Berniat Mencaplok Greenland
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi