SBY Turun Gunung
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

SBY mengaku harus turun gunung karena ada indikasi bahwa pemilu akan direkayasa supaya hanya diikuti oleh dua pasangan calon saja, itu pun calon yang direstui oleh rezim yang berkuasa.
Selama ini, SBY sudah ‘’naik gunung’’ setelah purnatugas sebagai presiden. Dia lengser keprabon dan madeg pandito dengan menjadi ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Jabatan yang diemban SBY sangat powerful dan menentukan, sehingga praktis SBY masih memegang kontrol penuh terhadap partainya.
Jadi, SBY tidak pernah benar-benar madeg pandito dalam artian menyingkir naik ke gunung dan bertapa sebagai seorang pandito.
SBY tetap aktif sebagai politikus dan menempati posisi tertinggi di puncak gunung partai yang didirikannya.
Pernyataan turun gunung SBY ini mendapat respons panas dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) yang merasa tersentil oleh SBY.
PDIP merasa bahwa SBY secara langsung telah menyerang kredibilitas PDIP sebagai partai yang berkuasa.
Saling lontar serangan pun berseliweran.
SBY mengaku harus turun gunung karena ada indikasi bahwa pemilu akan direkayasa supaya hanya diikuti oleh dua pasangan calon saja.
- Peluang Pertemuan Mega-Prabowo Masih 50:50, Ray Rangkuti Singgung Hasrat Puan dan Dasco
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Hari Pertama Lebaran 2025, Kepala IKN Basuki Hadimuljono Kunjungi Rumah Megawati
- Sejumlah Tokoh Datangi Rumah Megawati di Hari Raya, Anak Buah Prabowo Ikut Hadir
- Pramono Anung dan Bang Doel Halalbihalal ke Rumah Megawati Soekarnoputri