Tutup Forum Parlemen RI-Afrika, Puan: Lawan Kebijakan yang Hambat Kemajuan Negara Berkembang

"Kita harus berdiri bersama melawan kebijakan berbagai negara yang menghambat kemajuan negara berkembang, seperti kebijakan diskriminatif dan proteksionisme," ucapnya.
Di hadapan 7 Ketua dan 2 Wakil Ketua Parlemen serta para anggota Parlemen dari 22 negara Afrika yang hadir, Puan menegaskan bahwa tanggung jawab besar ini tidak hanya untuk masa sekarang. Tetapi juga untuk generasi yang akan datang.
"Masa depan kita ada di tangan generasi muda. Afrika, sebagai benua dengan populasi termuda di dunia, akan menyumbang 42 persen dari seluruh populasi pemuda dunia di tahun 2030," kata Puan
"Sama halnya dengan Indonesia yang tengah memasuki puncak bonus demografi, di mana hampir 60 persen warga negara berusia muda," tambah cucu Poklamator RI Ir. Sukarno ini.
Di sisi lain, Puan menilai forum IAPF bisa menjadi titik awal dari perjalanan panjang parlemen untuk berkomitmen melakukan kontribusi dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi rakyat semua negara yang hadir.
“Pertemuan ini juga bersifat inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat: pemuda, perempuan, dan kaum yang termarjinalkan," sebut Puan.
Puan kembali menyinggung soal sejarah hubungan Indonesia dengan Afrika yang terjalin sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955.
Menurut dia, Dasasila Bandung dari KAA tetap menjadi landasan bagi kerja sama ke depan.
Ketua DPR RI Puan Maharani menutup rangkaian acara IAPF yang merupakan forum parlemen Indonesia dengan negara-negara Afrika.
- Pimpinan DPR RI Sebut Revisi UU TNI Harus Berjalan Lancar
- Legislator PDIP Stevano Dorong MA Segera Membentuk Kamar Khusus Pajak
- DPR Tuntut Ketegasan Pemerintah soal Kebun Milik Perusahaan di Kawasan Hutan
- Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Jadi Anomali, Hinca Pertanyakan Sistem Rekrutmen Polri
- Minta Korlantas Polri Tindak Pelaku Bus Oleng, Sahroni: Cabut SIM Sopir dan Tegur PO-nya
- Posisi Letkol Teddy di Seskab Langgar UU TNI, TB Hasanuddin: Harus Mundur dari Militer