Twitter Bentuk Tim Khusus Untuk Atasi Intimidasi dan Pelecehan Online

Para perempuan seringkali diancam akan diperkosa, akun anonim bisa mengirim gambar anak-anak mati atau porno dalam percakapan, dan intimidasi serta pelecehan adalah hal umum.
Selama tahun lalu, Twitter perlahan-lahan memperkenalkan fitur baru, termasuk sarana yang lebih baik untuk melaporkan tweet ofensif.
"Ada banyak kebencian online dan ada banyak akun seperti itu ada di Twitter, dan saya pikir, kami yang di Proyek Rockit, hampir tiap bulan kami menerima pembaruan berbeda dari Twitter yang terus-menerus menguji fitur teknologi baru untuk mencoba dan melacak orang-orang ini,” utara Rosie.
"Dan lihat, itu adalah pertempuran yang sangat meningkat. Ini benar-benar sulit karena ada begitu banyak akun berbeda di luar sana yang muncul," sambungnya.
Ia mengatakan, dirinya berharap agar munculnya ‘Dewan Kepercayaan & Keamanan’ akan membuat Twitter menjadi layanan yang lebih baik.
"Kami tahu mereka benar-benar kewalahan dan berkata, 'kami butuh bantuan. Kami mengakui bahwa kami tak memiliki semua jawaban,” akunya.
Ia menuturkan, "Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa tapi kami benar-benar berkomitmen untuk menciptakan sebuah platform yang lebih aman."
Twitter telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mendirikan ‘Dewan Kepercayaan & Keamanan’ untuk berurusan dengan pelecehan dan bullying
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana