Uang Tebusan Dibayar, Sandera Tetap Dieksekusi

jpnn.com - MANILA – Ulah kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan melakukan penyanderaan dan meminta uang tebusan bukanlah pertama kali dilakukan.
Menyandera dan kemudian meminta tebusan adalah cara mereka untuk membiayai perjuangannya.
First Secretary KBRI di Manila Basriana Basrul kepada wartawan Jawa Pos Candra Wahyudi di Manila kemarin, mengatakan, dua warga Malaysia juga pernah disandera kelompok bersenjata di Filipina Selatan.
Para penyandera mengajukan uang tebusan. Meski akhirnya dipenuhi, hal itu bukan jaminan keselamatan bagi sandera.
Dalam kasus tersebut, penyandera memang membebaskan warga Malaysia tersebut. Tapi, hanya satu. Sementara itu, seorang sandera lainnya tetap dieksekusi.
’’Alasannya karena uang tebusan yang diterima tidak sesuai dengan permintaan,’’ ungkap diplomat yang sudah dua tahun bertugas di Manila tersebut. (ca/sof)
MANILA – Ulah kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan melakukan penyanderaan dan meminta uang tebusan bukanlah pertama kali dilakukan. Menyandera
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos