Ucapkan Salam Duka ke Janda Tentara, Trump Tidak Peka

jpnn.com, WASHINGTON - Jika media tidak ramai memberitakan ucapan tak simpatik Presiden Donald Trump kepada Myeshia Johnson, mungkin publik tidak akan pernah tahu bahwa ada serangan militan yang menarget pasukan Amerika Serikat (AS) di Niger.
Atau, lebih parah lagi, publik tidak akan pernah tahu bahwa pasukan Negeri Paman Sam berada di sana.
Frederica Wilson, legislator asal Negara Bagian Florida, mendampingi Myeshia saat jenazah sang suami, La David Johnson, tiba di Kota Miami pada Sabtu (7/10).
Johnson merupakan salah seorang serdadu yang tewas dalam serangan militan ISIS di Greater Sahara.
Dia menjadi korban terakhir yang pulang ke AS. Jasad tiga temannya yang juga menjadi korban dalam insiden itu lebih dahulu tiba di AS.
Myeshia kehilangan sang suami untuk selama-lamanya dalam kondisi hamil. Wajar jika dia berduka. Wilson memahami itu. Tapi, Trump tidak.
”Saya rasa, dia sudah tahu tentang risiko yang akan dia terima sejak kali pertama bergabung dengan militer. Tapi, bagaimanapun, ini memang menyedihkan,” ucap presiden ke-45 AS tersebut dalam perbincangan telepon dengan Myeshia.
Kalimat Trump itu terdengar oleh Wilson yang duduk di sebelah janda Johnson dalam limusin yang membawa mereka ke pemakaman.
Donald Trump kembali panen kecaman, kali ini karena sikapnya yang tak menghormati perasaan istri mendiang prajurit AS
- Bea Cukai Dukung Ekspor Perdana 273 Kg Teripang Susu Putih Asal Minahasa Utara ke AS
- Pemerintah Klaim Tarif Impor Trump dari AS Tak Ganggu Swasembada Nasional
- Tarif Tarifan
- Tanggapi Perang Tarif Trump, Partai Gelora Dorong BPI Danantara Berinvestasi di AS
- Rambah Pasar Amerika Serikat, OKX Luncurkan Bursa Kripto Terpusat & Dompet Crypto Web3
- Gakoptindo Yakin Kebijakan Tarif Trump tak Memengaruhi Harga Kedelai dari AS