Ucapkan Salam Duka ke Janda Tentara, Trump Tidak Peka
![Ucapkan Salam Duka ke Janda Tentara, Trump Tidak Peka](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/watermark/2017/09/20/presiden-donald-trump-di-sidang-umum-pbb-foto-afp.jpg)
Maka, begitu berita tentang insiden itu tersebar luas, Pentagon meminta penjelasan runtut dari militer terkait peristiwa tersebut.
Menurut tiga pejabat senior Pentagon, serangan tersebut terjadi di sekitar Greater Sahara, dekat perbatasan Mali dan Niger. Saat itu, sekitar 12 serdadu Baret Hijau (julukan untuk pasukan elite militer AS) sedang mengadakan pertemuan dengan para tokoh masyarakat.
Seusai pertemuan, sekitar 50 militan tiba-tiba menyerang mereka. Akibatnya, empat serdadu tewas dan dua lainnya terluka.
Di antara empat serdadu yang tewas tersebut, Johnson menjadi yang terakhir teridentifikasi. Bahkan, jenazahnya baru ditemukan sehari setelah kejadian.
Menurut Pentagon, hal itu terjadi karena medan di lokasi kejadian terlalu berat. Militan yang bercokol di kawasan tersebut mengenal betul seluk-beluk Greater Sahara.
Tidak seperti pasukan AS yang hanya melawat Greater Sahara saat berpatroli. Itu pun dengan didampingi pasukan Niger.
Maka, saat bentrokan terjadi dan serdadu-serdadu AS tercerai-berai, tidak ada yang sadar bahwa Johnson hilang. Semuanya baru terjawab pada hari berikutnya ketika jasad Johnson ditemukan.
”Serdadu keempat yang menjadi korban militan Niger teridentifikasi dan langsung diterbangkan ke AS pada 7 Oktober. Tiga serdadu lainnya sudah dipulangkan pada 5 Oktober,” terang seorang pejabat Pentagon.
Donald Trump kembali panen kecaman, kali ini karena sikapnya yang tak menghormati perasaan istri mendiang prajurit AS
- Bos Ford Motor Sebut Donald Trump Telah Mengacaukan Industri Otomotif Amerika
- Tegas, Sekjen PBB Menentang Pemindahan Paksa Warga Palestina dari Gaza
- AM Hendropriyono: Waspadai Sentimen SARA Operasi Penggalangan Negara Adidaya ke Masyarakat RI
- Presiden Erdogan: Tidak Ada yang Bisa Usir Warga Palestina dari Tanah Mereka
- Korut Tegaskan Senjata Nuklir untuk Keperluan Tempur, Bukan Barang Tawar-Menawar
- Dunia Hari Ini: Presiden Trump Larang Atlet Transpuan Berlaga di Cabang Olahraga Putri