Ujian Konghucu

Oleh Dahlan Iskan

Ujian Konghucu
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Apalagi kini sudah beda. Dengan dibangunnya jalan tol Manado-Bitung –separuh sudah beroperasi– poros dua kota itu akan bisa menjadi lokomotif ekonomi untuk kawasan sekitar.

Saya membayangkan pemda bisa menguasai tanah 500 hektare di antara Manado-Bitung. Lebih baik kalau 1.000 hektare.

Pemda jangan jual tanah itu. Sewakan saja. Kepada investor. Jangka yang agak panjang. Dengan murah.

Jangan investor diminta membeli tanah. Sudah tidak zamannya lagi. Investor zaman sekarang tidak mau ruwet. Dan lagi daerah tidak kehilangan aset itu. Suatu saat kelak nilainya tak terpermanai.

Andrei, yang lima tahun di Amerika, tentu punya pandangan global yang lebih baik. Untuk sementara, apa boleh buat, Manado hanya bisa tumbuh dari dalam.

Pertumbuhan di dalam itulah yang pada saatnya akan menjadi daya tarik investor dari luar. Manado harus jadi pusat orang kreatif.

Industri seperti musik dan film mestinya menjadi salah satunya. Andrei pasti bisa mengomandaninya.

Masyarakat Manado harus diberi banyak tantangan. Yang berat-berat. Agar terus kreatif. Agar tidak sibuk bertengkar di dalam.

Banyak pejabat yang mempermalukan agama dan partainya. Agama apa saja. Partai mana saja. Kecuali agama Konghucu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News