Ukraina Dihujani Bom, Turki Kebanjiran Duit Rusia

"Mereka adalah orang Rusia yang kaya tetapi bukan oligarki," kata Gul dari Golden Sign, satu dari selusin perusahaan real estate yang diwawancarai oleh Reuters.
"Mereka menemukan cara untuk membawa uang mereka ke Turki."
"Ada pelanggan yang membeli tiga sampai lima flat," tambah Gul.
Warga Rusia memborong properti di Turki bukanlah hal baru. Mereka tercatat sebagai WN asing pemilik properti terbanyak ketiga, di belakang orang Iran dan Irak.
Namun para pemain real estat mengatakan ada lonjakan permintaan dalam beberapa pekan terakhir.
Biro statistik Turki mencatat warga Rusia membeli 509 rumah pada Februari, hampir dua kali lipat lebih banyak dari jumlah yang mereka ambil tahun lalu.
Seperti diketahui, Putin memerintahkan pasukannya menyerbu Ukraina pada 24 Februari lalu.
Agen real estat Turki meyakini permintaan dari warga Rusia masih akan bertambah seiring makin ketatnya sanksi Barat ditambah kondisi global yang berangsur pulih dari pandemi Covid-19.
Para pengusaha properti di Turki disibukkan permintaan dari warga Rusia yang terus melonjak sejak negara itu menginvasi Ukraina bulan lalu
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Nekat Bakar Al-Qur’an, Langsung Diburu dengan Sajam
- Erdogan Bakal Ikut Membangun IKN, Janjinya Tidak Main-Main
- Erdogan Puji Sikap Indonesia yang Terus Dukung Palestina
- Erdogan Jorjoran Menyokong Musuh Assad, Apa Kepentingan Turki di Suriah?
- Wamenperin Faisol Riza Merespons Protes Kunjungan ke Turki