Ungkap Keprihatinan, Bamsoet: Indonesia Butuh Strategi Baru untuk Berantas Korupsi

Bahkan, di beberapa kementerian atau lembaga terlihat adanya kelompok atau organisasi kejahatan yang merampok keuangan negara.
"Nilai korupsi yang mencapai belasan triliun hingga ratusan triliun rupiah tidak mungkin hanya dilakukan satu-dua oknum. Melainkan melibatkan sejumlah oknum atau kelompok di dalam birokrasi kementerian atau lembaga," tandas Bamsoet.
Bamsoet juga menyoroti lemahnya pengawasan internal di beberapa kementerian atau lembaga, khususnya dalam tugas pokok dan fungsi Inspektorat Jenderal (Itjen) yang seharusnya melakukan pengawasan internal.
Pengawasan internal di beberapa kementerian atau lembaga dinilai sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Karena itu, kata Bamsoet, pemerintah dan DPR perlu bersama-sama merumuskan strategi baru dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Indonesia butuh strategi baru dalam pemberantasan korupsi, karena metode dan strategi yang diterapkan sekarang terbukti tidak efektif," pungkas Bamsoet. (mrk/jpnn)
Bamsoet ungkap keprihatinan terhadap perkembangan pemberantasan korupsi di Indonesia yang minim progres, tetapi skala kerugian negara justru semakin membesar
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi
- KPK Didesak Usut Dugaan Suap Pemilihan Pimpinan DPD dan Periksa 95 Senator
- Megakorupsi Salah Satu BUMN Mencuat, PKB Dukung Penuh Prabowo Bersih-Bersih
- Kasasi Ditolak MA, Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo Tetap Divonis 12 Tahun Penjara
- Sikat Mafia Besar di Sektor Permigasan, Prabowo Dinilai Tak Main-main
- Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Diapresiasi
- Bertemu Wiranto, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa