Uni Eropa Didesak Masukkan Garda Revolusi Islam ke Daftar Organisasi Teroris

MEP mendesak otoritas rezim Iran “untuk memastikan pembebasan segera dan tanpa syarat para pengunjuk rasa yang dihukum mati.”
Mereka juga “mengecam fakta bahwa proses pidana dan hukuman mati telah dijadikan senjata oleh rezim untuk membungkam perbedaan pendapat dan menghukum warga yang menggunakan hak-hak dasar mereka."
“Mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan pengunjuk rasa harus diadili,” kata para anggota Parlemen Eropa.
Resolusi tersebut juga disebut sebagai “perluasan tindakan pembatasan” terhadap Iran karena terus menyediakan pesawat nirawak (UAV) dan berencana untuk menyediakan rudal untuk Rusia.
Terakhir, MEP menyatakan "keprihatinan mendalam atas penindasan transnasional struktural yang dilakukan oleh otoritas Republik Islam Iran, seperti spionase dan pembunuhan, terhadap diaspora Iran yang tinggal di Uni Eropa."
MEP meminta EU dan negara anggotanya “untuk melindungi mereka yang terkena dampak lebih buruk dari penindasan semacam itu.”
Resolusi Parlemen Eropa muncul setelah pertemuan menteri luar negeri negara anggota EU pada Senin di mana sanksi tambahan terhadap Iran diharapkan akan disetujui. (ant/dil/jpnn)
Uni Eropa (UE) didesak untuk memasukkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam daftar organisasi teroris
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Belajar dari Iran, Timnas U-20 Indonesia Harus Antisipasi Bola Atas Uzbekistan
- Fraksi PKS: Parlemen Uni Eropa Harus Gunakan Kekuatannya Mendukung Palestina Merdeka
- Apa Rencana Indra Sjafri Setelah Timnas U-20 Indonesia Dicukur Iran?
- Piala Asia U-20: Timnas U-20 Indonesia Kalah 0-3 dari Iran
- Timnas U-20 Indonesia vs Iran: Keyakinan Indra Sjafri Meninggi
- Timnas U-20 Indonesia vs Iran: Waspadai Ketajaman Striker Ini