Unika Atma Jaya Kukuhkan 2 Guru Besar di Bidang Statistik & Komunikasi

"Ini menjadi tren kajian komunikasi yang harus terus didalami untuk kontribusi solusi pada persoalan nasional dan global dengan tetap mendasarkan pada etika komunikasi dalam interaksi yang terjadi," terang Guru Besar ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya ini.
Dia menyoroti persoalan Equality, Diversity, dan Inclusion (EDI) yang memastikan keadilan penyelenggaraan dan kesamaan kesempatan bagi semua.
Prof. Dorien menekankan bagaimana peran sentral komunikasi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi payung dari upaya penanganan isu global.
“Komunikasi dalam persoalan ini bertujuan untuk mengurangi, kalau tidak menghapus, kecurigaan, dan diskriminasi berbasis individual atau kelompok," tegas Prof. Dorien.
Di sesi orasi ilmiah kedua, Prof. Stanislaus mengingatkan kembali bagaimana perkembangan teknologi informasi saat ini semakin membawa ke dalam dunia VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous).
Simulasi Monte Carlo dapat menjadi alat yang berharga bagi organisasi untuk mengelola resiko dan membuat keputusan.
“Simulasi Monte Carlo dapat digunakan di keuangan untuk memodelkan dan menganalisis risiko portofolio, untuk mengestimasi potensi imbal hasil investasi, dan untuk menentukan alokasi aset yang optimal.” ungkap Prof. Stanislaus, guru besar bidang Statistik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Dalam manufaktur, ujarnya dapat digunakan untuk memodelkan dan mengoptimalkan proses rantai pasokan dan untuk mengevaluasi dampak perubahan jadwal produksi.
Unika Atmajaya mengukuhkan dua guru besarnya di bidang statistik dan bidang komunikasi
- Yuda Turana Ungkap 5 Keunggulan Prodi Ekonomi Pembangunan Unika Atma Jaya
- Hadiri Kegiatan Unika Atma Jaya, Menag Bicara soal Tantangan Keberagaman di Indonesia
- Di Hadapan Akademik UGM, Eddy PAN Ungkap Pentingnya Kebijakan Berbasis Data
- Universitas Bakrie Kukuhkan Prof. Dr. Siti Rohajawati Jadi Guru Besar di Bidang Knowledge Management
- BINUS University Kukuhkan 7 Guru Besar Sekaligus di Awal 2025
- Eddy Soeparno akan Bicara Urgensi Energi Terbarukan di Hadapan Dosen hingga Mahasiswa