Unika Atma Jaya Terjunkan Tim Tanggap Darurat ke Lokasi Gempa Cianjur

jpnn.com, JAKARTA - Tim tanggap darurat Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya terjun langsung membantu penanganan gempa Cianjur, pada Kamis, (24/11).
Mereka terdiri dari tenaga medis, tenaga kependidikan, mahasiswa dan relawan alumni Unika Atma Jaya akan membantu korban bencana pada enam bulan pertama.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unika Atma Jaya, Dr. Agustinus Prajaka, W.B, datang meninjau langsung tim tanggap darurat UAJ.
"Atas nama seluruh sivitas akademika dan alumni Unika Atma Jaya, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas bencana yang terjadi dan masyarakat yang menjadi korban," ungkap Prajaka di Cianjur.
Prajaka membeberkan pengiriman tim tanggap darurat merupakan komitmen dan tanggung jawab secara moral UAJ.
"Kami menyadari sebagai institusi pendidikan yang secara nyata mengamalkan nilai kepedulian dan inisiatif. Kami saat ini juga telah memberangkatkan tim yang menjadi representasi Unika Atma Jaya untuk membantu dan melayani para korban bencana alam yang terjadi di Cianjur," katanya.
Prajaka menerangkan nantinya tim akan terus melakukan distribusi bantuan, mengonsolidasikan berbagai jejaring pendukung yang dimiliki Unika Atma Jaya, serta mendukung upaya penanganan bencana yang dilakukan pemerintah serta organisasi masyarakat setempat.
“Kehadiran tim tanggap darurat membawa misi kepedulian dalam dalam masa darurat dan melakukan hal kecil dengan semangat cinta kasih yang besar dengan harapan bisa mengurangi beban sekecil apapun, “ lanjut Prajaka.
Tim tanggap darurat Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya terjun langsung membantu penanganan gempa Cianjur, pada Kamis, (24/11).
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Kapolres Cianjur: Jalur Puncak Lancar Saat Angkot Tak Beroperasi
- Pembakar Mobil di Cianjur Terekam CCTV, Ini Kata Polisi
- Antisipasi Lalin Padat, Tol Jagorawi Arah Puncak Sudah Pakai Sistem Contraflow
- Mobil Avanza Diduga Sengaja Dibakar, Polisi dan Damkar Cianjur Lakukan Penyelidikan
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI