Unilever Sebut Inklusi, Kesetaraan, dan Keragaman Kunci Bisnis Berkelanjutan

Kristy pun melihat perlu menyertakan lebih banyak orang, untuk memahami dan mengambil tindakan dalam subjek ini.
"Tidak hanya di antara kita di ruangan ini, namun kita perlu berbicara lebih keras kepada audiens yang lebih luas dan merekrut lebih banyak orang untuk mendorong kemajuan,” kata Kristy.
Dalam mendorong agenda inklusi, kesetaraan dan keragaman, Unilever Indonesia berforkus pada tiga pilar, yaitu keadilan gender.
Hal itu dilakukan dengan memberikan kesempatan yang sama, perlakuan adil, dan support yang sesuai dengan kebutuhan unik dari tiap perempuan.
Kemudian, keadilan untuk penyandang disabilitas, menciptakan masyarakat yang ramah disabilitas dan membuka peluang yang adil untuk membuktikan kemampuan mereka tanpa keraguan.
"Selain itu, penghapusan diskriminasi dan stigma, menghormati hak asasi manusia dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua orang dengan melawan berbagai bentuk diskriminasi dan stigma," kata Kristy.
Direktur Global Alliance Irene Lungu Chipili mengungkapkan bukan hal yang mudah bagi seorang humas atau PR dalam mengomunikasikan soal keberlanjutan.
Karena itu, humas mempunyai peran yang sangat penting agar subject tentang keberlanjutan bisa disampaikan secara lebih luas.
Head of Communication and Chair of Equity, Diversity & Inclusion Board Unilever Kristy Nelwan mengungkapkan inklusi, kesetaraan, dan keragaman jadi isu
- Chandra Asri Group Perluas Implementasi Ekonomi Sirkular dengan Pengumpulan Jelantah
- Ketimpangan Gender Masih jadi Persoalan di Indonesia, Perlu Kolaborasi Lintas Sektor
- Komitmen untuk Lingkungan Keberlanjutan, Pertamina Meraih Penghargaan PROPER dari KLH
- Jurus Unilever Indonesia untuk Tetap Relevan di Berbagai Era Pasar
- PTPN IV PalmCo & Unilever Berkolaborasi Perkuat Integrasi Rantai Pasok Sawit Berkelanjutan
- Bank Mandiri Aktif dalam Perdagangan Karbon Internasional, Dukung Bebas Emisi 2060