Universitas Australia Akan Jadi yang Pertama Gunakan AI di Asia Pasifik

University of New South Wales di Australia menjadi universitas pertama di kawasan Asia Pasifik yang akan berkolaborasi dengan penyedia layanan kecerdasan buatan.
Ini merupakan salah satu kabar terbaru dari Australia dalam pekan ini.
Simak juga perkembangan dari laporan kebakaran hutan dan semak di negara bagian Victoria serta kematian seekor buaya yang terkenal di Hollywood.
Bolehkah pakai AI untuk kuliah?
University of New South Wales di Sydney menjadi universitas pertama di kawasan Asia Pasifik yang menandatangani perjanjian dengan salah satu perusahaan kecerdasan buatan terkemuka, OpenAI.
Pihak UNSW mengatakan kolaborasi ini akan menyediakan perangkat AI yang lebih aman dan dapat membuka jalan bagi bagi mahasiswa yang membutuhkan bimbingan atau tutor tanpa batasan waktu.
Kesepakatan ini akan membuat para dosen, peneliti, dan mahasiswa di UNSW untuk menggunakan ChatGPT Edu "untuk peningkatan, efisiensi, dan pembuatan [bot] pada platform yang aman".
Berbeda dengan ChatGPT biasa, versi Edu membutuhkan keamanan dan fitur yang dibuat memang untuk keperluan kuliah, sehingga tidak akan melatih model OpenAI dari percakapan dan data yang dimasukkan oleh para penggunanya.
Ada juga aturan jika mahasiswa harus mengakui jika mereka menggunakan alat AI generatif seperti ChatGPT.
University of New South Wales di Australia menjadi universitas pertama di kawasan Asia Pasifik yang akan berkolaborasi dengan penyedia layanan kecerdasan buatan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi