Universitas Australia Dituding Keruk Untung Dari Mahasiswa Internasional

Namun, universitas dan beberapa badan industri bersikeras bahwa kelompok mahasiswa tersebut merupakan minoritas.
Dekan Teknik di UNSW, Mark Hoffman, mengatakan ia yakin klaim pengabaian ini bisa jadi dilebih-lebihkan, dan bahwa di universitasnya kenyataannya berbeda.
"Dengan mahasiswa internasional, semua orang langsung memahami kemampuan bahasanya, tetapi sebagian besar berkaitan dengan budaya dan segala sesuatu seperti hal itu, yang dihadapi setiap orang di negara baru," katanya kepada ABC.
"Kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan bekerja dalam kelompok meningkat secara signifikan seiring perjalanan studi mereka dan kami memberi system dukungan."
"Jika Anda menggali lagi, Anda akan menemukan bahwa mahasiswa internasional dan lokal berbaur dan dari mana [demografis] mereka tak benar-benar membuat perbedaan."

Ragukan kualitas universitas Australia
Profesor Associate Fran Martin dari University of Melbourne, yang telah mengajar dan melakukan penelitian ekstensif ke mahasiswa internasional, mengatakan masalah ini semakin jelas selama beberapa waktu.
"Entah bagaimana universitas senang mengambil pendapatan [mahasiswa internasional] itu atau perlu mengambil pendapatan itu, tetapi mereka tak secara proaktif menginvestasikan sejumlah besar uang itu untuk meningkatkan pengalamannya," katanya kepada ABC.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya