Universitas Harvard Tolak Calon Mahasiswa Karena Komentar Rasis di Medsos

Ia menjelaskan kepada staf di Harvard, bahwa pernyataan itu bersifat 'kekanak-kanakan dan menyakiti orang lain' dan dia sekarang tidak bersikap seperti itu lagi.
"Kami berusia 16 tahun ketika itu mengeluarkan pernyataan bodoh, menggunakan kata-kata yang kasar dalam usaha untuk membuat orang terkejut." katanya dalam pernyataan maaf yang dimuat di Twitter.
Namun dalam surat yang dikirim tanggal 3 Juni oleh Harvard yang ia unggah di Twitter, hari Senin (17/6/2019), Harvard memutuskan untuk membatalkan tawaran yang sebelumnya diberikan kepada Kashuv.
"Seperti anda ketahui, komite penerimaan siswa dengan serius mempertimbangkan kematangan dan sikap moral mahasiswa." tulis Harvard dalam surat tersebut.
Ketika diminta memberikan komentar, seorang staf Humas Harvard mengatakan tidak bisa memberikan komentar mengenai penerimaan mahasiswa.
"Harvard memutuskan bahwa seseorang tidak bisa lagi menjadi baik, khususnya setelah mengalami peristiwa mengerikan seperti penembakan. Ini adalah hal yang memprihatinkan." kata Kashuv lewat Twitter.
"Bila ada institusi yang mengerti mengenai perubahan, mestinya adalah Harvard, yang merupakan lembaga pendidikan bermutu walau punya sejarah buruk juga."
Sebelumnya, Kashuv menjadi pegiat kepemilikan senjata setelah insiden yang menewaskan 17 murid di sekolahnya tersebut.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana