Universitas Pembangunan Jaya Luncurkan Kajian UPJ-Indonesia City Metrics, Fokus di 42 Kota

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) meluncurkan kajian mengenai tingkat kenyamanan hunian kota-kota besar dan menengah di Indonesia.
UPJ yang memiliki kekhususan di bidang kajian perkotaan, bekerja sama dengan beberapa pakar keilmuan di bidang pengembangan perkotaan melakukan kajian UPJ-Indonesia City Metrics (UPJ-ICM).
Salah satu yang gandeng UPJ dalam melakukan kajian ini adalah Kelompok Usaha Pembangunan Jaya yang telah berkiprah dalam pengembangan dan pembangunan perkotaan selama lebih dari 60 tahun.
Universitas Pembangunan Jaya yang memiliki kekhususan di bidang kajian perkotaan akan melakukan kajian UPJ-Indonesia City Metrics di 42 kota di Indonesia. Foto: Dokumentasi UPJ
Seperti diketahui, urbanisasi telah menjadi kecenderungan di seluruh dunia dengan kota-kota kecil terus berkembang menjadi kota yang lebih besar, sedangkan kota-kota besar cenderung berkembang menjadi daerah metropolitan dengan cakupan wilayah yang semakin luas.
Diperkirakan lebih 70 persen penduduk dunia akan bermukim di wilayah perkotaan pada 2050 mendatang. Fenomena ini juga terjadi di Indonesia.
Kota-kota di Indonesia giat membangun berbagai fasilitas dan infrastruktur untuk menciptakan kota yang lebih nyaman huni bagi penduduknya.
Kajian UPJ-ICM sendiri akan difokuskan pada 42 kota di Indonesia, termasuk ibu kota provinsi dan kota dengan jumlah penduduk di atas 500 ribu jiwa.
Universitas Pembangunan Jaya yang memiliki kekhususan di bidang kajian perkotaan akan melakukan kajian UPJ-Indonesia City Metrics di 42 kota di Indonesia
- Gubernur Herman Deru Minta Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas
- Mudik Lebaran 2025, Demul Pastikan Infrastruktur Jabar Relatif Sudah Bagus
- Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur Jadi Prioritas Utama Wali Kota Semarang
- Meski Efisiensi Anggaran, Agustina Tetap Prioritaskan Pendidikan & Infrastruktur
- Ini Pesan Penting Gubernur Herman Deru saat Silaturahmi dengan Warga Babatan Saudagar
- Tinjau Lokasi Banjir, Agustina Prioritaskan Infrastruktur untuk Antisipasi Kiriman Air