University of Sydney Dapat Dana Rp 330 M Untuk Teliti Ganja Bagi Pengobatan

Rektor Universitas Sydney Dr Michael Spence mengatakan kontribusi ini akan memungkinkan penelitian mengenai penggunaan cannabinoids, salah satu senyawa yang terdapat dalam tanaman ganja, dalam soal kecanduan, kanker dan juga obesitas.
"Ini akan menjadi penelitian besar pertama di dunia dalam soal ganja untuk pengobatan." kata Dr Spence.
"Sumbangan ini menempatkan Australia di garda depan, sama seperti negara lain Belanda, Amerika Serikat, dan Israel, negara terkemuka dalam era baru sains cannabinoid." katanya.
Menteri Utama negara bagian New South Wales Mike Baird mengatakan negara bagian tersebut menjadi tempat bagi adanya terobosan dalam penelitian tersebut.
"Investasi dari keluarga Lambert ini akan memberikan momentum besar, dan harapan saya adalah adanya peningkatan pengetahuan lintas sektoral yang pada akhirnya akan memproduksi obat-obatan berbasis cannabinoid yang aman, terpercaya dan harga terjangkau." kata Baird.
Barry Lambert adalah salah seorang terkaya di Australia. Dalam daftar 500 orang terkaya, pengusaha yang tinggal di Sydney ini di tahun 2014 menduduki peringkat 154, dengan nilai kekayaan $ 320 juta.
Lambert mendirikan lembaga keuangan Count Financial di tahun 1980, dan di tahun 2011 menjual perusahaan itu kepada Commonwealth Bank senilai $ 373 juta.
Salah satu universitas terbesar di Australia The University of Sydney menerima sumbangan penelitian terbesar senilai $ 33 juta (lebih dari Rp 330
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana