Unjuk Rasa, Warga Malaysia Menuntut Pandora Papers Diusut

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) berunjuk rasa di depan gedung parlemen Malaysia di Kuala Lumpur, Selasa, mempersoalkan keengganan parlemen untuk membahas Pandora Papers yang mempublikasikan larinya uang 1.800 miliar ringgit ke bank-bank luar negeri.
Mereka menyerahkan memorandum yang meminta pemerintah koalisi Perikatan Nasional 2.0 untuk ikut prihatin dengan keengganan parlemen mengagendakan Pandora Papers dalam sidang parlemen.
Memorandum tersebut diterima oleh Mas Ermieyati, Wakil Menteri Bidang Parlemen dan Undang-Undang di Kantor Perdana Menteri, dan pihak oposisi yang diwakili oleh Ketua Oposisi Parlemen Malaysia yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim.
Menurut perwakilan LSM Gegar, Ruslan Ismail, Pandora Papers sepatutnya dibahas dalam sidang parlemen sejak beberapa hari lalu setelah diusulkan oleh Anwar Ibrahim.
Ruslan mengatakan rakyat Malaysia ingin tahu bagaimana uang sebanyak itu dibawa keluar dan berada di bank-bank luar negeri.
"Kami pembayar cukai, kami datang bukan untuk membuat kerusuhan, tetapi kita ingin menyampaikan ketidakpuasan kami dan mendesak parlemen membincangkan perkara ini supaya rakyat tahu apa sebenarnya yang terjadi. Ini satu jumlah yang besar yang mungkin melibatkan kepentingan umum," katanya.
Dia mengatakan implikasi dari publikasi ini sangat serius dan wajib dibahas segera di Parlemen Malaysia.
Sementara itu dalam pernyataan sebelumnya, Anwar Ibrahim mengatakan laporan Pandora Papers yang dipublikasikan pada 3 Oktober telah menyebut nama-nama warga Malaysia, yakni Menteri Keuangan Zafrul Tengku Abdul Aziz, Wakil Menteri Keuangan Yamani Hafez Musa, mantan Menteri Keuangan Daim Zainuddin, anggota parlemen Bagan Datuk dan Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, dan anggota parlemen Selayang Willian Ong.
Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) berunjuk rasa menuntut Pandora Papers diusut
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Sukseskan Perdamaian, Malaysia Siap Tampung Warga Palestina
- Dituduh Memanfaatkan Seo Yea Ji, Agensi Kim Soo Hyun Buka Suara
- Gal Gadot Terima Bintang Walk of Fame, Ricuh Pro-Israel vs Pro-Palestina Pecah
- President University dan INTI International University Malaysia Berkolaborasi di Bidang Teknik Sipil