Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan

Termasuk pengetahuan 'regenerative organic practices' yang diantaranya fokus pada kesehatan tanah dan kesejahteraan petani.
Tapi ia mengatakan banyak pengetahuan tradisional ini hilang antara generasi, sehingga mereka kurang paham dampak perubahan iklim pada hasil pertanian.
Setidaknya sudah ada 1.500 petani kecil yang mendapat pelatihan dan diberdayakan oleh Aliet Green, hingga mengantarkan lembaga ini mendapat penghargaan Local Adaptation Champions Awards, yang diberikan di acara Conference of the Parties (COP29) di kota Baku, Azerbaijan, awal pekan kemarin.
"Jadi ini bukan hanya semacam personal milestone … tapi juga sebenarnya dedikasi yang kita lakukan kepada petani kecil yang sebenarnya mereka itu yang lebih mengalami greatest challenge."
Penghargaan diberikan kepada sejumlah organisasi dan lembaga yang dianggap bisa menjadi contoh untuk mengatasi perubahan iklim.
Aliet Green memenangkan kategori Local Entrepreneurship.
"Penghargaan ini merupakan kesempatan untuk merayakan langkah-langkah adaptasi lokal yang terbaik dan tercerdas di seluruh dunia yang menangani dampak perubahan iklim secara langsung," ujar Profesor Patrick Verkooijen, CEO dari lembaga Global Center on Adaptation yang memberikan penghargaan.
Alasan fokus membantu perempuan dan difabel
Pertanian di Indonesia, menurut Lastiana sudah sejak lama "tidak adil", hanya memprioritaskan petani pria, selaku kepala keluarga atau yang punya lahan, padahal banyak pekerjaan justru dilakukan oleh para perempuan.
Melihat para petani perempuan dan petani difabel di Kulon Progo, Yogyakarta, yang kurang memiliki pengetahuan dan dilibatkan untuk mengatasi perubahan iklim, Lastiana Yulandari tidak tinggal diam
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir