Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan

"Banyak sekali limbah padat yang dihasilkan oleh masyarakat yang membuang sampah ke sungai, dan tidak ada layanan dari pemerintah," katanya.
Namun dengan masa uji coba selama setahun terakhir, CARP sudah mengumpulkan sampah padat dari sekitar 400 rumah tangga, memisahkan sampah tersebut menjadi organik dan non-organik, lalu diolah untuk menghasilkan sumber daya terbarukan.
Didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, serta melibatkan pemerintah lokal di Indonesia, Diego mengatakan sejumlah proyek, seperti RISE dan CARP, menunjukkan komitmen dari Australia dan Indonesia untuk berkerja sama untuk mengatasi perubahan iklim.Namun, dengan semakin banyak sumber pendanaan, tidak hanya terbatas dari pemerintah Australia tapi juga lembaga non-profit, semakin banyak juga tantangan yang dihadapi oleh Diego dan mitranya di lapangan."Kita perlu lebih cekatan dan fleksibel supaya bisa cepat mengintegrasikan berbagai agenda dan sumber pendanaan yang berbeda untuk menyelerasakannya."
Melihat para petani perempuan dan petani difabel di Kulon Progo, Yogyakarta, yang kurang memiliki pengetahuan dan dilibatkan untuk mengatasi perubahan iklim, Lastiana Yulandari tidak tinggal diam
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir